Peradaban Mesir Kuno dikenal karena kemajuannya yang luar biasa dalam arsitektur dan astronomi, namun kontribusi mereka dalam ilmu pengobatan juga tidak kalah menakjubkan. Salah satu dokumen medis tertua di dunia, Papirus Ebers yang ditulis sekitar tahun 1550 SM, telah memuat catatan mengenai kondisi yang sangat mirip dengan apa yang kita kenal sebagai diabetes. Dalam naskah tersebut, para pendeta medis Mesir mendeskripsikan kondisi di mana tubuh seseorang mengalami kelelahan yang luar biasa dan pembuangan cairan yang berlebihan.
Menariknya, para tabib Firaun mencoba menangani gejala diabetes ini dengan menggunakan campuran bahan-bahan alami seperti biji-bijian, air mawar, dan kurma. Meskipun metode mereka belum memiliki dasar biokimia yang kuat, fakta bahwa mereka mampu mengenali tanda-tanda awal gangguan metabolisme lebih dari tiga milenium yang lalu menunjukkan tingkat observasi klinis yang sangat tinggi. Catatan Mesir ini menjadi bukti awal bahwa perjuangan manusia untuk memahami diabetes telah berlangsung hampir sepanjang sejarah peradaban manusia itu sendiri.

